Jumat, 14 November 2008

Banyak di antara kita yang suka modifikasi motor (modif), namun banyak pula yang tidak. Rata-rata yang mengaku suka malah menjadikan hobi. Bahkan banyak pula yang akhirnya jadi maniak modif. Sebaliknya, yang tidak senang modif menganggap modif berbahaya dan menimbulkan biaya lebih (boros).

Nyatanya, hampir-hampir semua motor sudah mengalami modifikasi sedikit atau banyak. Mungkin orang tidak menyadari telah melakukan modif karena tampilan motor masih standar. Padahal sejumlah item telah mengalami perubahan. Ganti busi yang lebih kuat, ganti stang yang lebih nyaman, ganti model lampu yang lebih cakep dan terang adalah modif sederhana.

Karena itu, yang penting dari modifikasi adalah tujuan dan fungsinya. Tujuan modifikasi yang baik adalah meningkatkan kinerja dan tampilan motor sehingga lebih aman, nyaman, cepat, dan gaya.

Lebih aman karena modifikasi yang baik akan menggunakan alat yang biasanya after market atau limbah copotan motor import yang kualitasnya lebih baik. Lebih cepat karena dengan modifikasi, baik kapasitas mesin bisa dimaksimalkan, atau kemampuan pengendalian (handling) lebih dioptimalkan. Nah, terutama ini: lebih gaya. Dengan modif, tampilan standar ga lagi culun. Perpaduan berbagai asesori maupun piranti body, ajrutan, cat, dsb, bisa membuat motor benar-benar menarik: lebih macho atau manis, tergantung selera.

modif-1-tiger-fitra-abar.jpgTentu saja modif butuh biaya. Tapi seperti slogan lama “there is something money can’t buy”. Kepuasan adalah segalanya….

So, kata kuncinya adalah modif ringan, sedang, berat, dan ekstrem. Tinggal pilih sesuai selera dan kantong.

Siapa yang tidak kepincut dengan motor modif ala MV Agusta F4+Yamaha R1 di edisi ini? Jika Anda tertarik modif, mulailah sekarang. Tapi awas, sekali mencoba takkan berakhir sampai motor dijual.

Silahkan mencoba!

Contoh modifikasi edisi ini:
Model: MV Agusta F4+Yamaha R1
Aliran: Sport
Motor : Tiger 2000
Sok depan : Up-side down eks Cagiva Mito
Swingarm : Honda CBR400
Disk depan: Yamaha TZR125
Pelek dpn: Yamaha TZR125, 2,75-17
Pelek blkg: Yamaha TZR125, 3,50-17
Ban: Battlax, 100/80-17, 130/70-17
Footstep: Kawasaki Ninja
Knalpot: Karbon
Properti: Abrar Fitra

Catatan:

Artikel ini saya tulis pertama kali untuk DETIC di http://detic.honda-tiger.or.id/index.php?name=News&file=article&sid=94

Sumber foto: www.motorplus-online.com dan www.honda-tiger.or.id






[+/-] Selengkapnya...

Suzuki GSX1300R Hayabusa , Makin Mantap


Suzuki GSX1300R atau lebih dikenal dengan sebutan Hayabusa sempat disebut sebagai motor tercepat di dunia. Hayabusa sendiri dalam bahas Jepang berarti 'burung elang'. Kini Suzuki kembali menghidupkan motor legendaris ini dengan sedikit sentuhan yang membuatnya jadi terlihat lebih dinamis.

Sejak generasi pertama yang diproduksi di tahun 1999, motor ini nyaris tak mengusung banyak perubahan. Satu-satunya perubahan yang cukup drastis adalah generasi tahun 2008 ini. Perubahan yang terjadi tidak hanya pada sisi performa mesin saja, tubuh 'sang elang' ini juga mengalami sedikit perbaikan.

Salah satu yang cukup menonjol adalah panjang bodi yang bertambah sekitar 55 cm. Bila sebelumnya panjang motor ini hanya 2.140mm pada generasi 2008 ini Hayabusa memiliki panjang 2.195mm.

Secara global, desain bodi Hayabusa masih tetap sama. Bedanya hanya pada generasi 2008 ini Suzuki menambah detail lekuk tubuh 'sang elang' ini sehingga terlihat lebih ramping dan dinamis. Beda lain mungkin adalah pemasangan dua headlight yang dipasang saling bertumpuk. Sisanya bisa dibilang motor ini masih mengusung desain lamanya.

Perubahan yang tak terlihat terjadi juga pada kapasitas mesin Hayabusa ini. Bila sebelumnya mesin Hayabusa berkapasitas 1.299cc kali ini Suzuki memasang mesin berkapasitas 1.340cc. Mesin empat langkah ini masih menggunakan konfigurasi 16 katup seperti versi sebelumnya. Dengan mesin baru ini, Hayabusa mampu menghasilkan tenaga sekitar 171 daya kuda dengan torsi sekitar 102.3 lb·ft (139 N·m). Kabarnya, Hayabusa sanggup melaju hingga kecepatan 299 km/jam.

Perbaikan lain yang terjadi adalah pada penerapan 4-2-1-2 exhaust system, swingarm yang menggunakan aluminum alloy serta garpu depan yang menggunakan upside down shock absorber dengan diameter 43mm.

Spesifikasi
Mesin : 1340 cc (81.8 cu.in), 4-stroke, liquid-cooled, DOHC
Compression Ratio : 12.5:1
Fuel System : Fuel injection
Transmisi : 6-speed constant mesh
Panjang : 2190 mm
Lebar : 735 mm
Tinggi : 1165 mm
Ground Clearance : 120 mm
Wheelbase : 1480 mm
Berat : 260 kg
Suspension Front : Inverted telescopic, coil spring, oil damped
Suspension Rear : Linky type, coil spring, oil damped
Rem Depan : Disc brake, twin
Rem Belakang : Disc brake
Ban Depan : 120/70ZR17M/C (58W), tubeless
Ban Belakang : 190/50ZR17M/C (73W), tubeless
Kapasitas Bensin : 21.0 L (5.5/4.6 US/Imp gal)
Warna : Hitam/abu-abu, Abu-bu/Perak, Putih/Perak
Official Site : www.suzukicycles.com

[+/-] Selengkapnya...

Kamis, 13 November 2008

UNTUK PARA PENGGEMAR CEPERMANIA


SUZUKI
SHOGUN ’03 (MALANG)
SEMI Naked Masih Anget
Tampil dengan style semi telanjang terasa “garang”, apalagi ciri khas dragster yang terlihat kental dengan stang merunduk.

Tampil dengan style semi telanjang terasa “garang”, apalagi ciri khas dragster yang terlihat kental dengan stang merunduk. Di kalangan otomania Ngalam trend ini termasuk yang paling banyak diminati.

Dimensi rangka lebih ditonjolkan dengan perpadukan kelir yang sedikit “nge-jreng”. “Yang pasti, kerangka motor dominan ditonjolin, selain juga ciri motor drag,” ungkap Heryansyah pemiliknya yang juga anggota klub SRT.

Dengan sedikit sentuhan di bagian kaki yang mengacu ke arah mothai, Herry membangkitkan nuansa merunduk lewat renovasi ajrutan. Sokbreker depan dibuat sependek mungkin dengan melepas per nya.

“Alhasil sokbreker jadi rigid,” tutur pria kelahiran ’81. Sektor buritan, peredam kejut dibiarkan apa adanya tanpa mengubah ketinggian. “Sengaja aku mau yang sedikit nungging,” tambah pria 23 tahun ini.

Ban ceking yang identik dengan pelaku drag diaplikasikan Hery lengkap berikut pelek palang berlabel TK. Hasilnya, warna hitam velg terlihat ”klop” kala bersanding bareng warna merah rangka. Kombinasi beraliran kontras juga terlihat di seputaran kalter mesin, swing arm dan sok depan.

Dapur pacu tidak diutak-kutik, alias standart full, hanya tampilan aja yang mirip motor drag,” kilah warga Jl. Bendungan Wadas, Malang. Penopang dapur pacu motor, Herry memilih knalpot HRC sebagai penerus gas buang yang disinyalir mampu meningkatkan tarikan.

[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 31 Oktober 2008

modifikasi

SUZUKI SPLINTER - SOLO
Hasil Gotong-royong
Punya motor uzur nggak bikin ciut hati Rifyal Alfan C, sang empu dari suzuki sprinter ini. Doi pengen semplakannya terlihat ekstrem, biar nggak malu-maluin.


Aliran ceper dianut cowok yang akrab di sapa Alfan ini. Swing arm orsi dilengserkan, berganti milik posh. Tabung sok depan diganti Moto R dipasang tanpa spiral, begitu juga sok belakang di tukar milik posh yang dipangkas beberapa ulir spiralnya. “Biar terlihat semakin membumi,” ujar anggota MMS (Motor Modif Solo).



Perangkat ciet juga nggak luput dari jarahan. Cakram depan milik Kawak Ninja di gawangi master dan kaliper milik F1Z-R, sedangkan untuk buritan mengaplikasi satu set perangkat ciet milik F1Z-R. Sepasang karet bundar Speed Owen 200-17 dicaplok pelek Yoko palang enam buat belakang dan depan.

“Untuk pelek jari-jarinya aku potong di tukang las alumunium biar tromol kawak ninja bisa dipasang,” jelas warga Jl. Pelangi Raya II Mojosongo, Solo ini. Finishing, rangka dicelup krom serta di tambahi pernak-pernik baut posh di tangki. “Kalau sudah begini, nggak minder lagi pakai motor uzur,” tutup doi.

Perangkat ciet juga nggak luput dari jarahan. Cakram depan milik Kawak Ninja di gawangi master dan kaliper milik F1Z-R, sedangkan untuk buritan mengaplikasi satu set perangkat ciet milik F1Z-R. Sepasang karet bundar Speed Owen 200-17 dicaplok pelek Yoko palang enam buat belakang dan depan.

“Untuk pelek jari-jarinya aku potong di tukang las alumunium biar tromol kawak ninja bisa dipasang,” jelas warga Jl. Pelangi Raya II Mojosongo, Solo ini. Finishing, rangka dicelup krom serta di tambahi pernak-pernik baut posh di tangki. “Kalau sudah begini, nggak minder lagi pakai motor uzur,” tutup doi.

:: adit/fry


HONDA C70 '78 JEMBER
Bugs Buny Extremis
Banyak yang pengin dibuktikan Honda C-70 kelahiran ‘78 geberan Irul ini. Satu ; pengakuan motor tua tetap enak dimodif. Dua ; diakui tetap eksis. Tiga; pengakuan sebagai kaum oto-ektrimis.

Ketiga keinginan itu langsung terwujud setelah gandeng Yanto, punggawa bengkel Jaya Tunggal Mumbulsari Jember. “Soalnya mana bisa dihargai di kontes kalau nggak di-Xtrimin begini,” cletuk warga Jl kertanegara IX no 236 ini.

So capek dicemooh rombakan serba bikin geleng kepala dilakoni. Tuh liatin bodi belakangnya yang bak gullwing. Edunnya tuh sepakbor C70 yang juga merangkap sasis bodi tega dibelah biar bisa ditarik ke atas.

“Aku pakai engsel jendela. Murah, cuma Rp 7 ribuan. Ini baru flying bodi,” girangnya.
Naik turun sepakbor tinggal kencengin engsel ! Simple gitchuu lhooo…

X-trimnya lantas menjalar ke kaki-kaki. Dua bilah tabung Posh direnteng di samping kiri depan. Sedangkan sebelahnya melompong alias single fork. ”Supaya kuat masih pakai segitiga bawah orsi lantas diperkuat dengan stabiliser Laytona,” sambar sang modifikator.

Nggak kalah crazy buritan dibikin single arm. Bahannya lengan ayun Grand yang dipangkas sebelah. Buat dudukan cakram ditambahkan plat 0,5mm nyantol di bawah arm.
Lha jelas sokbreker nggak bisa kepasang dong ? Eit doski jeli dipasangnya sokbreker mono punya

Satria di atas backbone, ”Sistemnya knock down monosok bobok supaya buka tutupnya enak. Kalau bosan tinggal pindah gaya,” tutup Irul yang bangga kalau besutannya dijuluki “Bugs-Bunny X-trix.

[+/-] Selengkapnya...

Kamis, 30 Oktober 2008

Otomotif

jlika anda mempunyai masalah dengan kendaraan anda banyak yang harus kita k tahui mulai dari ke rusakan yang kecil hingga yang terparah anda harus ketahui sebelum anda merasa ke rugian dengan kendarran anda sendiri.

[+/-] Selengkapnya...